Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Hubungan Self Acceptance Dengan Kesejahteraan Psikologis Penderita Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambelangan dan puskesmas banjar
ABSTRAK
Penyakit kusta disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang menyerang syaraf tepi, kulit, anggota gerak dan mata serta mengakibatkan timbulnya luka, kekakuan sendi, bahkan hilangnya kaki, tangan dan kebutaan. Penderita kusta yang mengalami kecacatan fisik tidak hanya menghadapi masalah medis, tetapi juga tantangan psikologis yang memengaruhi proses penerimaan diri (Self Acceptance). Proses ini melibatkan tahapan emosional yang kompleks, seperti penolakan, rasa malu, hingga mampu menerima kondisi diri secara utuh, termasuk keterbatasan fisik dan stigma sosial. Self Acceptance yang baik mencerminkan kemampuan individu untuk mengakui kondisi dirinya tanpa menyalahkan atau merasa rendah diri, serta tetap percaya pada kapasitas yang dimiliki. Penerimaan diri ini berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis, karena individu yang mampu menerima dirinya cenderung memiliki harga diri yang lebih stabil, hubungan sosial yang lebih positif, serta tujuan hidup yang jelas. Sebaliknya, jika proses penerimaan diri terganggu, maka kesejahteraan psikologis pun cenderung rendah, seperti yang ditemukan dalam penelitian ini, bahwa sebagian besar penderita kusta dengan penerimaan diri yang cukup masih menunjukkan kesejahteraan psikologis yang kurang, menunjukkan pentingnya dukungan sosial dan penguatan psikologis dalam proses pemulihan.
Desain penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan rancang bangun penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Penderita Kusta yang telah mencapai Self acceptance di Wilayah Kerja Puskesmas Tambelangan dan Puskesmas Banjar yang berjumlah 33 responden dari jumlah sampel 34 responden, dengan menggunakan Teknik probability sampling dengan tipe Purposive Sampling. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho.
Hasil crosstabulation hampir setengah dari penderita kusta yang memiliki masalah Self Acceptance cukup yang mengalami masalah kesejahteraan psikologis kurang berjumlah 7 orang (23.3%) dan tidak ada satupun penderita kusta yang memiliki masalah Self Acceptance cukup mengalami masalah kesejahteraan psikologis cukup. Hasil dari pengolahan data uji Spearman Rho di dapatkan hasil P = 0,018 dan α = 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara Self Acceptance Dengan Kesejahteraan Psikologis Penderita Kusta Di Wilayah Puskesmas Tambelangan Dan Puskesmas Banjar.
Kesimpulannya pada penelitian ini sebagian besar penderita kusta yang memiliki masalah
Self Acceptance Cukup dan sebagian besar penderita kusta yang mengalami masalah kesejahteraan psikologis cukup.
Kata Kunci : Penderita Kusta, Self Acceptance, Kesejahteraan Psikologis
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






