No image available for this title

Text

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Jrengik



ABSTRAK

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya komplikasi kardiovaskular. Aktivitas fisik diketahui memiliki peran dalam mengendalikan tekanan darah, namun pada kenyataannya masih ditemukan lansia dengan aktivitas fisik tinggi yang tetap mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Jrengik.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi sebanyak 45 orang, dengan jumlah sampel 40 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur aktivitas fisik dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden dengan aktivitas fisik ringan seluruhnya mengalami hipertensi berat sebanyak 6 responden (15,0%). Pada aktivitas fisik sedang, sebagian besar mengalami hipertensi stadium II sebanyak 13 responden (32,5%). Sementara itu, pada aktivitas fisik berat terdapat 10 responden (25,0%) dengan tekanan darah meningkat, 6 responden (15,0%) hipertensi stadium I, dan 5 responden (12,5%) hipertensi stadium II. Secara keseluruhan jumlah responden sebanyak 40 orang. Hasil uji statistik Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Jrengik.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi pada lansia, dimana semakin rendah aktivitas fisik maka cenderung mengalami hipertensi yang lebih berat. Namun demikian, aktivitas fisik bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi tekanan darah sehingga diperlukan upaya pengendalian hipertensi secara menyeluruh melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kata Kunci : Hipertensi, Aktivitas Fisik, Lansia


Ketersediaan

1020122481My LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this